·
Pressurized Water Reactor
(PWR)/Reaktor Air Tekan
PWR adalah jenis reaktor daya nuklir
yang menggunakan air ringan biasa sebagai pendingin maupun moderator neutron. Reaktor
ini pertama sekali dirancang oleh Westinghouse Bettis Atomic Power Laboratory
untuk kepentingan kapal perang, tetapi kemudian rancangan ini dijadikan
komersial oleh Westinghouse Nuclear Power Division. Reaktor jenis ini merupakan
jenis reaktor yang paling umum. Lebih dari 230 buah reaktor digunakan untuk
menghasilkan listrik, dan beberapa ratus lainnya digunakan sebagai tenaga
penggerak kapal.
Skema Reaktor Pressurized Water Reactor (PWR)
Pada reaktor jenis PWR, aliran
pendingin utama yang berada di teras reaktor bersuhu mencapai 325oC
sehingga perlu diberi tekanan tertentu (sekitar 155 atm) oleh perangkat
pressurizer sehingga air tidak dapat mendidih. Pemindah panas, generator uap,
digunakan untuk memindahkan panas ke aliran pendingin sekunder yang kemudian
mendidih menjadi uap air dan menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik.
Uap kemudian diembunkan di dalam kondenser menjadi aliran pendingin sekunder.
Aliran ini kembali memasuki generator uap dan menjadi uap kembali, memasuki
turbin, dan demikian seterusnya.
·
Boiling water reactor (BWR)/Reaktor Air Didih
Reaktor jenis BWR merupakan
rancangan reaktor jenis air ringan sebagai pendingin dan moderator, yang juga
digunakan di beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Reaktor BWR pertama
sekali dirancang oleh Allis-Chambers dan General Electric (GE). Sampai saat
ini, hanya rancangan General Electric yang masih bertahan. Reaktor BWR
rancangan General Electric dibangun di Humboldt Bay di California. Reaktor ini
mempunyai banyak persamaan dengan reaktor PWR; perbedaan yang paling kentara
ialah pada reaktor BWR, uap yang digunakan untuk memutar turbin dihasilkan
langsung oleh teras reaktor.
Skema Reaktor Boiling Water Reactor (BWR)
Pada reaktor BWR hanya terdapat satu
sirkuit aliran pendingin yang bertekanan rendah (sekitar 75 atm) sehingga
aliran pendingin tersebut dapat mendidih di dalam teras mencapai suhu 285oC.
Uap yang dihasilkan tersebut mengalir menuju perangkat pemisah dan pengering
uap yang terletak di atas teras kemudian menuju turbin. Karena air yang berada
di sekitar teras selalu mengalami kontaminasi oleh peluruhan radionuklida, maka
turbin harus diberi perisai dan perlindungan radiasi sewaktu masa pemeliharaan.
Kebanyakan zat radioaktif yang terdapat pada air tersebut beumur paro sangat
singkat, misalnya N-16 dengan umur paro 7 detik sehingga ruang turbin dapat
dimasuki sesaat setelah reaktor dipadamkan. Uap tersebut kemudian memasuki
turbin-generator. Setelah turbin digerakkan, uap diembunkan di kondenser
menjadi aliran pendingin, kemudian dipompa ke reaktor dan memulai siklus
kembali seperti di atas.
·
Reaktor Air Didih Lanjut (Advanced Boiling Water
Reactor, ABWR)
ABWR
adalah reaktor air didih lanjut, yaitu tipe modifikasi dari reaktor air didih
yang ada pada saat ini. Perbaikan ditekankan pada keandalan, keselamatan,
limbah yang rendah, kemudahan operasi dan faktor ekonomi. Perlengkapan khas
ABWR yang mengalami perbaikan desain adalah (1) pompa internal, (2) penggerak
batang kendali, (3) alat pengatur aliran uap, (4) sistem pendinginan teras
darurat, (5) sungkup reaktor dari beton pra-tekan, (6) turbin, (7) alat pemanas
untuk pemisah uap (penurun kelembaban), (8) sistem kendali dijital dan
lain-lain.
·
Reaktor tabung tekan
Reaktor tabung tekan merupakan
reaktor yang terasnya tersusun atas pendingin air ringan (ada juga air berat)
dan moderator air berat atau pendingin air ringan dan moderator grafit dalam
pipa kalandria. Bahan pendingin dan bahan moderator dipisahkan oleh pipa tekan,
sehingga bahan pendingin dan bahan moderator dapat dipilih secara terpisah. Pada
kenyataannya terdapat variasi gabungan misalnya pendingin air ringan moderator
air berat (Steam-Generating Heavy Water Reactor, SGHWR), pendingin air berat
moderator air berat (Canadian Deuterium Uranium, CANDU), pendingin air ringan
moderator grafit (Channel Type Graphite-moderated Water-cooled Reactor, RBMK).
Teras reaktor terdiri dari banyak kanal bahan bakar dan dideretkan berbentuk
kisi kubus di dalam tangki kalandria, bahan pendingin mengalir masing-masing di
dalam pipa tekan, energi panas yang timbul pada kanal bahan bakar diubah
menjadi energi penggerak turbin dan digunakan pada pembangkit listrik. Disebut
juga rektor nuklir tipe kanal.


